RSS

Belajar adalah ibadah

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Belajar adalah ibadah, karenanya niatkan dalam hati belajar sebagai ibadah. Karena segala perbuatan tergantung niat.

Belajar adalah ibadah ketika dalam pelaksanaannya kita tidak meninggalkan kewajiban kepada Allah. Karenanya jangan sampai belajar membuat kita lalai kepada-Nya.

Belajar adalah ibadah, karenanya awali dengan menyebut Nama Allah (basmallah) dan akhiri dengan ungkapan rasa syukur kepada-Nya (Hamdallah).

Belajar adalah ibadah, hadirkan hati yang penuh keikhlasan dan kesabaran dalam melakukannya.

Belajar adalah ibadah, makanya jangan menodainya dengan kecurangan-kecurangan, ketidak jujuran dan hal-hal yang bisa merusaknya.

Belajar adalah ibadah, niatkan untuk memperoleh Ridho-Nya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2013 in Motivasi

 

Tag:

Latihan Soal dalam Belajar Matematika

Belajar matematika merupakan hal yang disenangi oleh sebagian kecil siswa dan merupakan sesuatu yang menggelisahkan untuk sebagian besar siswa. Mengapa? Banyak faktor yang mempengaruhinya baik itu faktor eksternal maupun internal.

Sering kita mendengar, bahwa kalau pengen matematika harus sering latihan. Memang benar, kunci belajar itu harus sering latihan, harus sering mengulang. Kalau pengen bisa matematika, sering-seringlah latihan soal. Matematika tidak bisa hanya sekedar dibaca, tapi harus diaplikasikan, ya minimalnya dengan mengerjakan soal-soal latihan.

Sering-seringlah mengerjakan soal. Ini merupakan bagian pengulangan dalam proses belajar. Tidak perlu banyak tapi rutin. Misalnya sehari kita punya target mengerjakan 5 buah soal matematika (diluar PR). lakukanlah! asal rutin setiap hari. Dalam seminggu, kita sudah berhasil mengerjakan 30 soal. Ga perlu banyak, sedikit asal rutin. Jangan begini, hari ini kita mengerjakan 20 soal, kedepannya kita kosong sama sekali. bertahap dan berproses saja.

Milikilah target harian, dan disiplinlah dalam menjalankannya. Coba dulu dalam 3 hari, kalau sudah bisa coba 5 hari, 7 hari dan seterusnya. Tidak terasa kita sudah menjadi seseorang yang terbiasa dengan matematika dan biasanya akan timbul kesukaan.

Sekali lagi, sering-seringlah latihan soal. berproseslah, jangan pengen instan terus. Selamat mencoba…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 22, 2013 in Motivasi

 

Tag: , , , ,

belajar dengan mengulang

Bismillaahirrohmaanirrahiim

Jika mendengar kata belajar, kata tersebut mengingatkan kita pada murid atau siswa yang sedang belajar di sekolah atau madrasah. Tetapi lebih luasnya, semua dari kita setiap hari selalu belajar, selalu mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru setiap harinya, buktinya, kita tidak pernah bosan dengan hidup. kalau kita merasa bosan berarti pengetahuan kita belum bertambah. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang senantiasa belajar.

Pada tulisan sebelumnya, telah dibahas bahwa belajar itu perlu niat dan kesabaran dalam menjaga prosesnya. Dan disini, saya lebih tekankan lagi, belajar itu perlu kesabaran dan ke-istiqomah-an dalam menjalaninya. sebab apa? Sebab kita belajar setiap hari, kita memperoleh ilmu tiap hari dan godaan belajar pun datang tiap hari pula.

Belajar yang baik itu belajar yang sering diulang. Maksudnya, kita sering membaca kembali apa-apa yang sudah dipelajari, memahaminya kembali, sehingga yang kita pelajari benar-benar meresap tidak sekedar ingat saja. Sehingga menurut saya, prinsip mendasar dalam belajar adalah pengulangan. makin sering di ulang maka makin hafal dan makin paham. Makanya istilah tes harian di sekolah sering disebut ulangan. Tujuannya untuk mengulang materi yang telah dipelajari, hanya saja bentuknya berupa tes.

Jika kita pengen paham suatu materi, sering-seringlah membaca ulang materi tersebut, kalau bisa setiap hari, Insya Allah tanpa disadari kita akan hafal sendiri, kita akan faham sendiri, asal konsisten saja dalam melaksanakannya. Ya, hanya dengan membaca berulang-ulang pun, lama kelamaan kita akan hafal sendiri, walaupun kita tidak berniat menghafalnya.

contoh konkritnya begini, sering saya katakan kepada para siswa, kalau kalian mau pergi ke sekolah, kemudian diperjalanan ada spanduk yang terbentang, pasti ada rasa penasaran untuk membacanya. Kita pun membaca sepintas bacaan dalam spanduk tersebut tanpa maksud pengen menghafalnya. Besoknya, kita lewat jalan yang sama, dan membaca spanduk itu lagi. Lusa pun demikian, dan kejadian itu terus berlangsung tiap hari. Maka, Insya Allah di hari ke 20 atau 30, kita akan hafal tulisan dalam spanduk tersebut, walaupun kita tidak melihatnya secara langsung bahkan detail warnanya pun sudah terrekam di otak kita. Kenapa bisa? karena kita membacanya setiap hari, kita mengulangnya setiap hari.

Contoh lain, saya punya anak umur 3 tahun. Setiap hari pulang kerja, saya jemput dia dari rumah neneknya pake motor. Diperjalanan, saya sering membaca do’a sebelum makan dengan suara keras dan berulang-ulang. Saya berhenti membaca kalau sudah sampai di rumah. Dan seminggu kemudian, ternyata anak saya sudah hafal do’a sebelum makan. Hal ini terjadi karena dia mendengar secara berulang-ulang.

Karenanya, seringlah mengulang pelajaran yang sudah diberikan atau dipelajari. Tidak ada orang yang bodoh, hanya malas saja. Kecepatan tiap orang dalam menyerap materi itu berbeda. Ada yang sesudah diterangkan oleh guru langsung mengerti, ada juga anak yang baru mengerti keesokan harinya karena sudah diulang lagi di rumah, ada juga yang baru mengerti minggu depan atau bahkan bulan depan. Tidak masalah, kan yang penting pahamnya. Karenanya, bukan masalah bodoh atau pintar tapi masalah waktu saja. Kalau kita menyadari bahwa kita termasuk orang yang lama dalam memahami maka biar sama dengan yang cepat, tambahlah waktu untuk mengulanginya.

Sekali lagi, biasakan mengulang (membaca ulang) materi pelajaran setiap hari. Bersabarlah dan nikmatilah. Orang sabar bisa mengalahkan orang pintar, kecuali orang pintarnya sabar juga. Hehehe…

sudah dulu ya, mohon maaf bila tulisanya kurang tersusun sehingga tidak bisa paham dalam sekali baca. Kalau belum paham, ulangi lagi bacanya. kan harus di ulang-ulang biar paham. hehehe….

Salam

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 22, 2013 in Motivasi

 

Tag: , ,

sabar dalam belajar

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Meneruskan dari tulisan sebelumnya, bahwa sangat diperlukan niat dalam belajar sehingga kita bisa terus fokus selama menuntut ilmu. Dalam perjalanannya, kita pun perlu menjaga terus niat tersebut agar tidak mudah teralihkan. Perjalanan menjaga niat inilah yang memerlukan kesabaran, sabar dalam segala hal.

Adakalanya dari rumah kita sudah niat untuk belajar, bahkan malamnya kita sudah meneguhkan hati bahwa hari esok, saya akan sungguh-sungguh atau serius dalam belajar, namun dalam kenyataannya di esok hari, berbagai godaan datang, kalau lah kita tidak sabar menghadapinya, kita akan menyerah pada godaan tersebut dan lupa niat semalam.

Ketika di kelas, kita sudah meniatkan untuk belajar serius dan akan memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh guru, eh, malah teman sebangku kita ngajak ngobrol, atau ada sms yang masuk ke hape kita. Buyarlah konsentrasi, dan kalau kita tidak sabar, ikutlah kita dengan godaan tersebut. Karenanya kalau kita belum mampu menahan godaan seperti itu, kita harus memaksa diri kita dengan cara membuat ‘kondisi’ yang memaksa kita untuk serius. Maksudnya bagaimana? Misalnya dengan cara mengambil posisi duduk paling depan, sehingga kita tidak berani ngobrol atau ngantuk sekalipun. Kemudian selama belajar kita menahan diri untuk tidak membuka hape, caranya? ya matikan saja hapenya selama belajar, nanti di bukanya pas istirahat atau pulang sekolah.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam menjaga niat kita dalam belajar, asal kitanya bener-bener niat dan sabar dalam melakukannya. Karenanya setiap selesai beribadah, sertakanlah do’a agar kita selalu diberi kesabaran dalam menuntut ilmu.

Kalau kondisi yang tadi banyaknya godaan dari luar, ada juga godaan dari dalam diri sendiri. Kita kadangkala tidak sabar dalam menghadapi diri sendiri. Kita sering menyerah ketika kita mengerjakan tugas atau soal yang diberikan. Kita sering mengatakan tugas ini sulit, soal ini susah, padahal baru dilihat belum dikerjakan ataupun kalau sudah dikerjakan, kita baru satu kali mencobanya, dan langsung menyimpulkan tugas ini terlalu susah buat ukuran saya.

Nah, untuk yang seperti ini, kita harus bener-bener sabar. Sedikit-sedikit kita belajarnya. Kalau ada soal, cobalah dikerjakan, kalau mentok, coba pake cara lain, masih mentok juga coba buka buku lain, masih mentok juga coba buka referensi lain, masih mentok juga coba diskusi sama teman, masih mentok juga coba tanya sama guru. Jadi, jangan menyerah dalam sekali mencoba. Wah, kelamaan dong! makanya saya bilang harus sabar. Tapi percayalah, dengan begitu akan banyak sekali ilmu yang didapat karena banyak informasi yang kita  gali.

Buat kita-kita yang tidak secepat orang lain dalam menyerap dan memahami pelajaran, jangan minder dan menyerah. Orang sabar bisa mengalahkan orang pintar. Belajarlah sedikit demi sedikit, buka ilmu setahap demi setahap, jangan pengen langsung bisa. Sesuaikan dengan kondisi. Bersabarlah, suatu saat kita akan sampai juga pada tempat yang kita tuju.

Sudah dulu ya. Mohon maaf bila tulisannya tumpang tindih, kesana kemari, namanya juga lagi belajar nulis. Sabar ya bacanya, hehehe….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 20, 2013 in Motivasi

 

Tag: , ,

Perlunya niat dalam belajar

Sebenarnya, sebelum melakukan apa pun, harus di awali dulu dengan niat, begitu juga dengan belajar serta mengajar. Karena niat dapat menjadi arah dalam kita bertindak, sehingga tindakan kita menjadi lebih fokus dan terarah.

Pergi ke sekolah pun perlu niat, niat apa? ya niat belajar, menuntut ilmu. Sehingga ketika di sekolah, aktivitas kita menunjukkan seseorang yang membutuhkan ilmu. Kegiatan kita lebih terfokus pada mencari ilmu, menggali ilmu baik di kelas maupun di luar kelas dan terhindar dari aktivitas-aktivitas yang mubadzir.

Ya, belajar sangat memerlukan niat. sebenar-benarnya niat, bukan sekedar diucapkan. Karena kalo niatnya ga kuat, seringkali kita tergoda oleh aktivitas-aktivitas yang lain. Kuatkan hati untuk selalu memelihara niat belajar, selalu sabar dalam menerima ilmu, dan meminta perlindungan Allah.

Seringkali saya bertanya kepada siswa siswi di kelas, apa tujuan kalian ke sekolah? Jawabannya sangat beragam, namun sebagian besar menjawab ‘belajar’, ‘menuntut ilmu’. Pertanyaan lanjutannya, ketika ke sekolah niatnya menuntut atau mencari ilmu, kok ketika di beri lmu seperti tersiksa? Nah, berarti niatnya belum begitu kuat.

Karenanya, sebelum berangkat ke sekolah, setiap hari mari kita niatkan untuk belajar atau mencari ilmu. Katakan kepada hati kita, “hari ini saya berniat untuk belajar”. Jaga terus niatnya, inget terus niatnya, karena biasanya godaanya besar sekali,

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita orang yang senantiasa menjaga niatnya. Aamiin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 19, 2013 in Motivasi

 

Tag: , ,

Ukuran pemusatan data berkelompok (bagian 2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang ukuran pemusatan data berkelompok (bagian 1). Sekarang, kita tuntaskan pembahasan tersebut. Karena, katanya orang sukses itu orang yang menyelesaikan apa yang sudah di mulainya.

Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan terfokus pada median dan modus data berkelompok. Langsung saja kita lihat rumusnya. Cekidot…

1. Median data berkelompok

Mendengar kata median, pasti kita semua sudah tahu, yang di maksud adalah nilai tengah data. Tapi tidak cukup di tengah-tengah saja, untuk menetukan median, datanya harus diurutkan terlebih dahulu dari yang terkecil ke yang terbesar. Kecuali datanya sudah tersaji dalam bentuk tabel, karena biasanya data dalam tabel sudah terurut dari yang kecil ke yang besar. Untuk data yang tersaji dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok, rumus mencari mediannya sebagai berikut:

keterangan:






Sebelum menggunakan rumus tersebut, kita harus menentukan letak median terlebih dahulu. Median terletak di setengah dari banyak data. Setelah mengetahui letak median, gunakan rumus di atas untuk menentukan nilai mediannya. Untuk lebih jelasnya, akan dibahas pada contoh di bawah setelah pembahasan tentang modus. Terus membaca ya…

2. Modus data berkelompok

Apa itu modus? Ya, betul sekali, modus adalah data yang sering muncul atau mempunyai frekuensi paling banyak. Sebuah data bisa saja tidak mempunyai modus ketika semua data muncul dengan frekuensi yang sama atau bahkan bisa jadi sebuah data mempunya modus lebih dari satu.

Untuk data yang di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi berkelompok, kita dapat dengan mudah menentukan letak modus dengan cara melihat kelas interval yang mempunyai frekuensi paling besar. Untuk menentukan nilainya, gunakan rumus di bawah ini!

keterangan:

Nah, sudah jelas kan? tidak masalah rumusnya panjang-panjang, karena memang itu adanya, yang penting kita mengetahui arti dari setiap simbol dalam rumus tersebut sehingga tidak salah dalam memakainya. Biar hafal rumusnya, sering-sering menggunakan rumus tersebut untuk menyelesaikan soal-soal latihan.

Untuk memperjelas penggunaan rumus median dan modus di atas, mari kita lihat contoh soal di bawah ini. Data di ambil dari soal pada pembahasan rumus rata-rata data berkelompok. Perhatikan tabel berikut!

Nilai Frekuensi
41 – 50 8
51 – 60 5
61 – 70 14
71 – 80 8
81 – 90 3
91 – 100 2
Jumlah 40

Tentukan median dan modus dari data di atas!

Jawab:

a. Median

sebelum menggunakan rumus, terlebih dahulu kita tentukan letak kelas median. Banyak data tersebut adalah 40, sehingga median terletak pada data ke -20 yang berada pada kelas interval ke-3. Sehingga kita mengetahui:




sehingga median dari data di atas adalah:

b. Modus

Modus pada data diatas terletak pada kelas interval ke-3 karena mempunyai frekuensi paling besar yaitu 14. Sehingga kita mengetahui:




Sehingga modus dari data di atas adalah:

Sekian tulisan kali ini. Terus belajar dan tetap semangat!!!

Semoga bermanfaat…

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 18, 2012 in Materi, statistika

 

Tag: , , , ,

Nilai karakter dalam matematika

Seiring dengan diterapkannya pendidikan karakter bangsa dalam proses belajar mengajar, maka setiap pelajaran harus memetakan nilai karakter apa saja yang harus di capai oleh mata pelajaran tersebut. Tentunya, tidak semua nilai karakter bangsa, tapi yang relevan dengan mata pelajaran tersebut. Bisa saja, satu mata pelajaran hanya memuat sebagian dari nilai karakter bangsa.

Dengan masuknya nilai karakter bangsa kedalam PBM lebih khususnya kedalam mata pelajaran, diharapkan adanya sebuah proses pembentukan karakter pada peserta didik sehingga nilai-nilai karakter bangsa terserap secara utuh oleh peserta didik. Nilai karakter bangsa yang di maksud adalah:

1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Proses tersebut dimulai dengan melakukan analisis nilai karakter bangsa yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran. Dalam hal ini, kita harus mengetahui tujuan mata pelajaran yang dimaksud seperti yang tertuang dalam Standar Isi (SI).

Pada tulisan ini saya mengkhususkan untuk mata pelajaran matematika. Tujuan mata pelajaran matematika untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam Standar Isi (SI) adalah agar siswa mampu:

  1. memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwesakurat , efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah,
  2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika,
  3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh,
  4. mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah,
  5. memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Dari kelima tujuan mata pelajaran matematika di atas, kita dapat melihat beberapa nilai sikap yang ingin dikembangkan yaitu ada kata-kata luwes, akurat, efisien, tepat, rasa ingin tahu, perhatian, minat, ulet dan percaya diri. Itulah beberapa karakter yang ingin dibentuk dalam pelajaran matematika.

Selanjutnya, kita hubungkan sikap-sikap tersebut dengan nilai karakter bangsa. Sehingga kita akan mengetahui  nilai karakter apa saja yang akan di capai oleh mata pelajaran matematika. Lebih kurang, nilai karakter yang akan di capai dalam pelajaran matematika adalah jujur, kerja keras, mandiri, kreatif, rasa ingin tahu, disiplin dan tanggung jawab.

Nilai-nilai karakter bangsa tersebut harus termuat dalam PBM matematika, baik secara eksplisit di tunjukkan oleh guru maupun secara implisit dalam setiap materi pelajaran matematika. Mudah-mudahan setelah belajar matematika selama 12 tahun di jenjang pendidikan dasar dan menengah, para peserta didik akan menjadi insan yang berprilaku jujur, kerja keras dalam meraih cita-cita, selalu mandiri, memiliki kreatifitas, mengembangkan sikap ingin tahu dan tidak pernah puas terhadap ilmu, disiplin dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupannya.

Semoga bermanfaat…

*** Ide tulisan ini diperoleh dari materi BINTEK KTSP 2011 dan program IHT di sekolah

 

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 17, 2012 in Motivasi

 

Tag: , , , , , , ,

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.