RSS

Rajin Versus Pintar

08 Agu

Tulisan ini terinspirasi dari obrolan ringan saya dengan salah seorang siswa selepas melaksanan shalat dhuhur di selasar masjid. Siswa tersebut namanya Dimas. Dia berhasil masuk ke tingkat nasional dalam OSN bidang ekonomi yang akan di gelar pada bulan September 2012. Tahun sebelumnya, dia berhasil masuk ke tingkat nasional juga, tetapi untuk bidang Biologi. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan membuat saya tertarik untuk mengetahui rahasianya sehingga dia bisa sukses di dua bidang yang berbeda.

Saya pun meminta dia bercerita tentang resep keberhasilannya. Ada beberpa point yang dapat saya simpulkan dari obrolan singkat tersebut.

1. Curi waktu

Curi waktu di sini bermakna positif. Dimas bilang, untuk mengimbangi saingan di luar sana, senjata kita hanya waktu. Karena secara fasilitas bisa saja sama bahkan mereka lebih. Nah, kita curi waktunya saja. Kita berikan porsi yang lebih untuk bidang yang kita kuasai. Prinsip dia adalah, tidur paling akhir dan bangun paling awal. Setiap hari selalu yang diprioritaskan adalah ekonomi. Setiap ada waktu luang, dia selalu buka buku ekonomi.

Jadi, berikan porsi yang lebih untuk bidang yang kita kuasai. Mulai sekarang juga!!!

2. Jadikan buku sebagai teman

Ya. Point selanjutnya adalah menjadikan buku pegangan sebagai teman, bahkan jadi santapan setiap hari. Kemana pun dia pergi, Dimas selalu bawa buku ekonomi. Terlepas mau ada waktu untuk membacanya atau tidak. Buku ekonomi selalu ada di dalam tasnya. Bahkan ketika tiduur pun buku tersebut di simpan di bawah bantalnya. Bersahabtlah dengan buku.

3. Disiplin Shalat Dhuha

Saya teringat ketika kelas X, selama satu tahun saya ngajar Dimas dan setiap jam pertama dia sering terlambat sekitar 5 sampe 10 menit. Akhiirnya ketika ngobrol tersebut dia mengaku, dia telat karena melaksanakan Shalat Dhuha dulu. Subhanallah.

Ya, itu tips berikutnya. Selain usahanya harus membumi dengan cara belajar dan kerja keras, usaha juga harus ‘melangit’ dengan cara berdo’a dalam hal ini Shalat dhuha. Lakukan Shalat Dhuha setiap hari, Insya Allah usaha kita akan lebih mudah dan berkah.

4. Bersedekah

Kebiasaan berikutnya adalah bersedekah. Walaupun materi terbatas, tapi jika niat kita kuat untuk berbagi, selalu saja ada jalan. Misalkan jika kita dapat rezeki berlebih dari hasil lomba atau apapun, kita dapat berbagi dengan teman sekosan, teman se asrama atau teman sekelas dengan cara mentraktir mereka. Ya sesuai kemampuan kita saja. Artinya kalau dapat nikmat dari Allah, jangan dinikmati sendiri deh. Bagi-bagi sama orang lain. Tentunya, tetap jaga niatnya.

5. Do’a orang tua

Minta orang tua untuk mendo’akan hajat kita. Makin banyak yang berdo’a makin dahsyat khasiatnya. Minta juga do’a orang-orang sekitar kita. Ada keajaiban dalam do’a.

Itulah hasil obrolan saya dengan Dimas. Mudah-mudahan terinspirasi. Yang terpenting adalah bertindak sekarang juga dengan istiqomah. Intinya, harus rajin. Karena orang rajin bisa bersaing dengan orang pintar, bahkan bisa mengunggulinya. Kalo Anda sudah pintar, tambah dengan rajin, makin top markotop.

Semoga bermanfaat…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 8, 2012 in Motivasi, Uncategorized

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: