RSS

Sisi Lain

**Berlibur**

Kebanyakan orang senang mendengar satu kata ini, ‘berlibur’. Ya, berlibur memang merupakan momen yang ditunggu oleh mereka yang bekerja dan belajar atau sekolah. Karena dengan berlibur, kita bisa mendapat waktu lebih untuk menyalurkan hobi, dapat berkumpul dengan keluarga, pergi ke tempat favorit, melakukan aktivitas-aktivitas yang berbeda dan menantang. Dengan berlibur, kita bisa beristirahat sejenak dari kesibukan dan aktivitas rutin sehari-hari. Kita bisa merefresh pikiran yang bosan dan jenuh.

Berlibur sangat menyenangkan buat mereka yang benar-benar membutuhkannya, seperti halnya makan, akan terasa nikmat jika kita benar-benar lapar. Berlibur sangat berharga bagi mereka yang selalu optimal di waktu bekerja dan belajar. Mereka akan sangat memanfaatkan momen libur tersebut. Jadi, salah satu yang menyebabkan libur sangat menyenangkan adalah ketika kita bekerja secara optimal, yang berdampak pada liburan yang optimal.

Bekerja dan belajarlah secara optimal, agar libur terasa nikmat. Karena setiap waktu ada haknya.

**Kita begitu kecil**

Ketika berbicara masalah kehidupan, terutama hubungan dengan Allah yang menciptakan kita semua, kita amat sangat kecil. Bandingkan saja, kita hidup didunia ini merupakan individu yang menjadi bagian dari beberapa miliar manusia. Kita hidup di planet yang namanya bumi, yang menurut kita sangat luas. Padahal planet bumi hanyalah sebagian dari anggota sistem tata surya kita yang pusatnya Matahari. Bila dibandingkan dengan matahari, bumu sangatlah kecil. Selain matahari, masih banyak bintang jauh lebih besar dari matahari. Apalah bumi jika dibandingkan dengannya. Apalagi kita yang menghuni bumi ini.

Kumpulan bintang-bintang membentuk yang namanya galaksi yang anggotanya sekitar 100 milyar bintang. Bahkan, galaksi pun tidak satu, tapinyak sekali, yang membentuk sistem baru. Bahkan katanya, jarak setiap galaksi setiap waktu selalu meregang atau melar. Subhanalloh, ini menunjukkan alam raya ini tak terbatas atau tak terhingga. Sungguh kita begiitu kecil, bahkan lebih kecil dari debu bila dibandingkan dengan Allah Pencipta alam semesta ini. Kita hanyalah sebuah individu yang hidup dan menjadi bagian dari alam semesta raya ini. Pantaskah kita sombong?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: